alhamdulillah selama saya susah e’ek saya nggak pernah kepikiran minum obat pencahar…hehehe…ternyata waktu saya searching2…obat pencahar tuh kurang baik. Kalo selama ini sih sama mami saya, selalu di kasih kates (pepaya-red)…hehehe…sama byk makan sayur…tapi itu jg belum solusi terajhir…ntar deh saya cari tau lagi…
tapi yang jelas obat pencahar ternyata membawa efek kurang baik…so…buat pembaca..tolong teliti sebelum membeli.. ehm….ato tepat kata teliti sebelum sakit aja yah..hhehehe
“medikaholistik.com”
————————————————————–
OBAT-OBAT PENCAHAR
( LAKSANSIA )& ENEMA
Banyak orang menganggap obat-obat pencahar sebagai obat yang tidak berbahaya dan boleh digunakan setiap waktu. Tetapi sebetulnya penggunaan laksansia yang kerap kali dapat berbahaya karena dapat mengakibatkan :
A. Pertama-tama absorbsi yang layak dari bahan-bahan gizi dalam usus kecil terganggu.
B. Sintesis vitamin-vitamin oleh bakteri didalam usus besar ( vitamin K & B ) juga dicegah.
C. Disamping kerugian-kerugian gizi ini, juga mineral-mineral ( Kalium & Natrium ) yang penting bagi tubuh tidak diabsorbsi kembali dalam usus besar sehingga dapat menyebabkan antara lain kelemahan otot-oto
Penggolongan obat pencahar dilakukan atas dasar mekanisme kerja dan sifat kimianya yaitu :
A. Laksansia yang tergolong perangsang dinding usus
Laksansia dalam golongan ini merangsang secara langsung saluran usus sehingga mempertinggi peristaltiknya dan mengakibatkan pengeluaran isis usus dengan cepat.
B. Laksansia yang tergolong memperbesar isi usus
- Menahan air dalam usus
Cara kerja obat golongan ini ialah air dari luar usus ditarik kedalam usus ( Proses osmosa } , dimana air yang banyak ini merupakan suatu rangsangan mekanik pada dinding usus sehingga usus mempertinggi kegiatan peristaltiknya dan mengakibatkan pengeluaran isi usus yang telah menjadi cair dengan cepatnya
- Karena mengembang Kasiatnya juga berdasarkan retensi air , sedangkan zat-zatnya sendiri tidak diserap.
C. Laksansia yang tergolong Pelicin
Golongan ini mempermudah defekasi karena memperlunak tinja dan melicinkan jalannya caranya dengan memasukan zat cair misalnya glycerin, air sabun atau minyak zaitun ke dalam rektum sehingga terjadi peregangan dinding rektum dan defekasi pun terjadi . Enema termasuk didalam golongan ini.
Kalau mau dilihat cara kerja dari obat-obat pencahar golongan merangsang dinding usus dan yang golongan memperbesar isi usus maka kita dapat lihat bahayanya bila digunakan setiap waktu atau untuk proses detoksifikasi.
Zat pencahar yang dapat digunakan sealamiah mungkin dengan mengunakan golongan pelicin ( Enema termasuk didalamnya ).
Hanya kekurangannya pada golongan ini untuk dapat membersihkan usus besar sampai ke sekum tidak dapat tercapai karena dengan golongan ini hanya dapat terjadi sampai dengan Kolon desenden sehingga penggunaan enema kurang efektif untuk melakukan detoksifikasi ( menghilangkan racun dari tubuh ).
“Medikaholistik.com”
———————————————————————–
Apa pun jenis pencahar yang Anda gunakan, tanyakan lebih dahulu petunjuk pemakaian dan efek sampingnya pada dokter atau apoteker yang bertugas di apotek. Baca label dan leaflet berisi keterangan yang menyertainya dengan seksama. Pencahar hanya boleh digunakan dalam jangka waktu singkat atau sesekali saja, tidak boleh terlalu sering.
Terlalu sering menggunakan pencahar tertentu justru dapat menyebabkan sembelit yang berkepanjangan. Sebab, dengan penggunaan yang kontinyu tubuh akan terbiasa dengan bantuan pencahar sehingga jika penggunaan dihentikan, gerakan usus akan melambat dan melemah sehingga terjadi sembelit. Keadaan ini disebut sembelit karena ketergantungan pencahar atau laxative dependency constipation.
“DR Ernawati Sinaga, MS, Apt ( ) on Republik”
———————————————-
ok! ini haya info, tindak lanjut untuk itu (susah buang air besar-red) …adalah kebijaksanaan anda sendiri….
selamat bersakit ria…dan terus waspasa!!!!! sembelit ada dimana….tapi tenang ja!!! tidak menular…. ^.^V
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.
You must be logged in to post a comment.